Maribaya dan Kabut Pagi Wangunharja
[25-07]
Semu cahaya matahari yang terbias kabut pagi
Menutup paradigma dari selir pandang manusia
Akar tanaman gunung yang tertancap dengan kuat
Mengikat dan merambat pada batang yang telah kita pegang dengan erat
Berangkat atas nama pengabdian yang klise
Beranjak dari kelengkapan tri dharma mahasiswa
Bermetafora menjadi orang yang seolah peduli
Padahal itu hanyalah wujud abstraksi dari ketidakmampuan diri
Pengabdian yang dibuat-buat
Dibuat-buat untuk mengabdi
Pagi ini kita bersujud lumpuh seolah ikut tak berdaya dengan apa yang orang lain rasakan
Siang nanti kita beri transmisi ilmu dan cakapnya pengetahuan yang kita miliki
Esok, lusa, dan seterusnya
Kita lupakan.
Lupakan seolah itu tak pernah terjadi
Pengabdian yang dibuat-buat
Dibuat-buat untuk pengabdian
Pulang saja
Engkau tidak akan mampu mencintai masyarakat
Sementara mencintai diri sendiri saja tidak sanggup
Pulang saja
Abdikan dirimu untukmu terlebih dahulu
Pulang saja
Peluk dirimu sendiri
Comments
Post a Comment