Melayat Idealisme
[31-07]
Serat nadiku bergetar dengan amat pilu
Membayangkan engkau pamit tanpa permisi
Pergi tanpa ucapan selamat jalan
Pulang ke rumah meninggalkan tempat persinggahan
Belum sempat kuteriakan selamat tinggal
Senyummu mengetuk pintuku pelan-pelan
"Sepertinya ada yang ketinggalan, kekasih"
"Apakah itu gerangan ?", sahutku
"Engkau, dan kehangatanmu yang sudah pudar"
Ah sial, aku kembali berlakon
Kubawa pacul dan kugali teras rumahku dalam-dalam
Aku berdoa dan kututup kembali lubangnya
"Apa yang kau kubur, kekasih."
"Idealismeku. Yang nantinya tumbuh subur berbunga kasih dan berbuah cinta. Kepada dan hanya untukmu"
Comments
Post a Comment